There’s No Correct Exposure
There’s No Correct Exposure
Mengagetkan, mengejutkan, mencengangkan dan mengherankan…
Tapi benar adanya. Bahwa di alam ini rentang beda kontras yang bisa terlihat mata manusia adalah tak terhingga. Mulai dari yang paling gelap hingga yang paling terang. Berbeda dengan kamera dan film. Film print (cetak) baik warna maupun BW hanya bisa merekam maksimal 5-8 beda kontras saja. Dan ketika film itu harus dicetak ke kertas foto, maka kita harus sadari lagi bahwa kertas foto hanya bisa merekam maksimum rentang beda kontras hanya 5 stop saja. Mohon rekan-rekan yang biasa cetak sendiri di kamar gelap memverifikasi pernyataan ini.
Jika kita beralih ke film slide, film slide yang paling mahal dan pro sekalipun seperti Fuji Velvia hanya bisa merekam beda kontras hingga 8 stop. Jadi adalah mustahil merekam semua cahaya yang ada di alam dengan beda kontras tak terhingga ke dalam film yang hanya bisa merekam beda kontras 5-8 stop saja.
Lantas, bagaimana cara mengukur cahaya? Yang harus disadari adalah bahwa Anda sebagai fotografer lah harus menentukan mana nilai tengah (midtone) yang harus direkam ke dalam film. Barulah kemudian mempertimbangkan bagian highlight dan bagian shadow. Sekedar mengingatkan saja, bahwa lightmeter kita adalah “buta warna” dan menganggap semua benda yang diukur sebagai grey tone 18%.
Jadi, cara mengukur cahaya yang benar tergantung kepada fotografer masing-masing. Bagian mana yang ditentukan sebagai nilai tengah dan bagian mana yang diputuskan sebagai shadow. Rentang beda kontrasnya jika hendak dicetak adalah maksimum 5 stop. Ada bagian yang gelap total atau putih ter-washed out dalam beberapa kondisi tentu tak bisa ditolong. Tentu, asal jangan sampai hal-hal penting saja yang kemudian hilang dalam wash out atau hitam tanpa detail itu.
Sebagai contoh, dalam kondisi backlight dan rimlighting. Adalah tidak mungkin mereduksi cahaya yang menjadi rimlight itu, yang notabene dianggap oleh “mata awam” sebagai over-exposed (OE).
Contoh lain lagi, adalah foto klasik side lighting seorang model di jendela. Pasti ada bagian yang disebut orang awam sebagai OE, yakni bagian yang paling dekat dengan jendela. Dan pasti ada bagian yang UE (under-exposed), yakni bagian yang berseberangan dengan jendela. Hal seperti ini “tidak bisa ditolong” karena memang itulah keadaannya. Nah, bagaimana merekamnya dalam exposure yang benar? Tentukan nilai tengah (midtone), bagian highlight dan bagian shadow. Tidak mungkin seluruh bagian foto adalah midtone. Untuk diskusi yang lebih advanced, apakah foto highkey adalah foto yang salah karena OE dan apakah foto lowkey ada foto yang salah karena UE?
There’s no correct exposure.
(Kristupa W Siragih, www.fotografer.net)